Apa itu Outsourcing?

Bila merujuk pada Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing (Alih Daya) dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur pada pasal 64, 65 dan 66. Dalam dunia Psikologi Industri, tercatat karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing. Awalnya, perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon, call centre, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service. Namun saat ini, penggunaan outsourcing semakin meluas ke berbagai lini kegiatan perusahaan.




Sistem Kerja Outsourcing


Sistem perekrutan tenaga kerja outsourcing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, karyawan ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang membutuhkan jasanya secara langsung. Nanti, oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain (klien) yang membutuhkannya.

Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsource melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya mereka menagih ke perusahaan pengguna jasa mereka.

Karyawan outsourcing biasanya bekerja berdasarkan kontrak, dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna jasa.




Kekurangan menjadi karyawan outsourcing :
  1. Tidak ada jenjang karir
    Berprofesi menjadi karyawan memang harus siap mengikuti peraturan perusahaan. Sebagai karyawan outsourcing mereka harus menerima sistem kontrak dari perusahaan, yang mana kondisi ini akan mempersulit setiap karyawan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan bahkan tidak mungkin. Kondisi inilah yang akhirnya menempatkan posisi karyawan outsourcing hanya sebagai buruh perusahaan yang tidak memiliki jenjang karir.
  2. Masa kerja yang tidak jelas
    Berprofesi sebagai karyawan outsourcing akan memberikan peluang yang lebih besar bagi karyawan untuk menjadi korban PHK. Karyawan kontrak ini memang sangat rentan terhadap PHK apalagi jika kondisi perusahaan tidak stabil. Bahkan perusaaan bisa melakukan pemecatan dan memutus masa kerja karyawan outsourcing jika perusahaan dalam keadaan kolaps atau bangkrut.
  3. Kesejahteraan tidak terjamin
    Lain halnya jika anda menjadi karyawan tetap, karyawan dengan status kontrak biasanya tidak begitu diperhatikan kesejahteraannya oleh perusahaan. Salah satu contohnya adalah perusahaan biasanya tidak akan memberikan tunjangan kepada karyawan outsourcing. Dengan jumlah gaji yang tidak terlalu besar serta tidak adanya tunjangan, pastinya akan mengurangi kesejahteraan setiap karyawan outsourcing.
  4. Pendapatan yang terbatas
    Menjadi karyawan outsourcing memang seringkali merupakan tuntutan. Sulitnya mencari pekerjaan di jaman sekarang ini memaksa para pencari kerja untuk memutuskan menjadi karyawan outsourcing. Dengan penghasilan yang tidak terlalu besar dan sangat terbatas setiap bulannya, seringkali membuat kehidupan para karyawan kontrak tidak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Apalagi jika kondisi perusahaan tidak baik, maka ancaman PHK akan semakin nyata dan penghasilan bisa nihil.
  5. Potongan gaji yang tidak jelas
    Tidak adanya transparansi pemotongan gaji karyawan outsourcing semakin mengurangi tingkat kesejahteraan karyawan kontrak. Pemotongan gaji yang rata-rata bisa mencapai hingga 30% gaji karyawan ini pastinya juga akan semakin mempersulit kondisi para pekerja degan status kontrak ini.
- Jadi apakah outsourcing buruk bagi pekerja?
hal itu merupakan tergantung perspektif/ pemikiran masing-masing individu tapi menurut saya Tidak ! mengapa? karena seharusnya pekerja outsourcing mendapatkan gaji lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja tetap ketika bekerja pada perusahaan outsourcing karena perusahaan yang menjadi customer outsourcing sudah mengerti biaya yang akan lebih besar karena pekerja tersebut pada masa yang dibutuhkan.

Berikut keuntungan menjadi karaywan outsourcing :
  1. Memudahkan calon karyawan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan sistem outsourcing mereka tidak perlu bersusah payah memasukkan lamaran pekerjaan ke banyak perusahaan karena justru perusahaan outsourcing yang akan menyalurkan mereka.
  2. Mendapat pelatihan memadai dari perusahaan penyedia jasa karyawan outsourcing. Sebelum ditempatkan di perusahaan para pencari kerja tentunya harus mendapat pelatihan sehingga pengalaman tentang dunia kerja menjadi bertambah.
  3. Memudahkan pencari kerja yang memiliki keahlian khusus memilih perusahaan yang akan mempekerjakan mereka nanti sekaligus menentukan gaji yang akan mereka dapatkan karena para pencari kerja dengan keahlian khusus seperti ini tentunya jarang sehingga menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar.
  4. Mendapat banyak pengalaman dan relasi,
    sering pindah kerja, sehingga akan lebih menambah relasi dan banyak pengalaman di banyak perusahaan. Sehingga suatu saat keluar dari perusahaan outsoucing tersebut, masih bisa menjalin relasi, bahkan jika beruntung, bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai kontrak atau bahkan tetap di perusahaan tersebut.
  5. Menjadi pegawai outsourcing memberi ruang untuk Anda bisa melakukan kegiatan usaha yang lain,
    Menjadi pegawai outsourcing bisa Anda pilih sebagai upaya untuk mengumpulkan modal dalam merancang sebuah bisnis usaha mandiri. Artinya pekerjaan ini menjadi batu loncatan untuk Anda bisa merancang sebuah sistem perekonomian pribadi secara lebih mandiri. Kerja kontrak juga memberi ruang kebebasan bagi Anda melakukan banyak hal nantinya setelah masa kontrak berakhir.


Jadi bkesimpulan yang bisa diambil yaitu outsourcing merupakan pengalihan kemampuan perusahaan dalam mendukung kebutuhan bisnis proses mereka sehingga kebutuhan mereka terpenuhi dan perusahaan dapat mencapai tujuan mereka tanpa susah payah.


Mengapa perusahaan melakukan Outsourcing ?
Perusahaan melihat outsourcing sebagai resource yang memudahkan perusahaan dalam mencapai tujuan mereka. contohnya perusahaan ingin punya keamanan tapi tidak punya ahli dan karena kebutuhannya mendesak maka dioutsourcingkan ke perusahaan yang menyediakan jasa keamanan.



Sumber :  -  elkanagoro
               -  (kaskus, diakses pada tanggal 16 Desember 2015)
               -  Undang-Undang.



Penarikan/Recruitment pegawai merupakan usaha untuk memperoleh sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi, orientasi dan penempatan. Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang cukup agar manajemen dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan (Malthis dan Jackson, 2001:112).

Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar-pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan. Organisasi-organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.(Faustino Cardoso Gomes, 1995:105)


Menurut Henry Simamora (1997:212) dalam buku koleksi digital Universitas Kristen Petra menyatakan bahwa:
Rekrutmen adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.


Sementara menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) dalam Nanang Nuryanta (2008) :
Rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

Dari Definisi yang dikemukan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa, Recriutment Pegawai adalah Proses yang dilakukan Oleh Perusahaan/Organisasi untuk mengganti atau menambah pegawai  yang melalui beberapa tahapan sampai akhirnya mendapatkan pegawai yang sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada.Penetapan jumlah karyawan yang akan ditarik kedalam perusahaan berdasarkan atas pertimbangan dari setiap bagian, dimana masing – masing bagian tersebut memberitahukan kepada bagian administrasi.


Pada dasarnya setiap perusahaan/oorganisasi melakukan pe-recruit-an mempunyai tujuan untuk mendapatkan tenaga kkerja yang sesuai dan berkompeten di bidangnya. Adapun tujuan pe-recruit-an menurut Amirullah dan Hanafi, (2002:131) adalah bertujuan menyediakan tenaga kerja yang cukup agar manajer dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan. Sehingga diharapkan tenaga kerja tersebut akan dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan cara seefisien mungkin guna tercapainya tujuan.

adapula tujuan Pe-recruit-an dari sumber lain :
  1. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
  2. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
  3. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
  4. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
  5. Untuk memenuhi tanggungjawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja
(http://www.insanperforma.co.id/ , diakses pada tanggal 15 Desember 2015)



Metode pe-rekrutan karyawan dengan sumber dari luar perusahaan, dapat dilakukan :

  1. Melalui iklan di media massa (radio, TV, koran, internet).
  2. Melalui iklan atau adventensi diharapkan perusahan dapat merekrut calon tenaga kerja dengan spesifikasi tertentu dan dengan pengalaman kerja tertentu. Perekrutan melalui iklan ini biasanya disertai dengan suatu janji yang menarik, misalnya gaji yang besar, masa depan yang menarik dan sebagainya.
  3. Open house, untuk menjaring lebih banyak tenaga potensial secara umum, perusahaan dapat melakukan open house di sejumlah kalangan yang diprediksikan dapat menarik calon tenaga kerja potensial, seperti di perguruan tinggi, even-even tertentu.
  4. Menyewa konsultan perekrutan. Terkadang untuk mencari dan merekrut tenaga kerja profesional dibutuhkan konsultan yang mampu mencari tenaga tersebut, dengan demikian ada jaminan melalui konsultan perekrutan perusahaan tidak perlu membuang waktu untuk mencari tenaga kerja yang sesuai.


menurut Siagian (2006 : 137) : “langkah-langkah yang ditempuh dalam proses seleksi ialah :
  1. Penerimaan Surat Lamaran,
    Apabila sejumlah pelamar telah mengirimkan berkas–berkas lamaran, maka berkas tersebut diteliti oleh bagian administrasi. Pemeriksaan berkas – berkas lamaran ini kegiatan pertama dalam proses seleksi karyawan. Jika salah satu atau lebih syarat yang ditetapkan tidak dipenuhi maka dengan sendirinya lamaran tersebut dianggap gugur dan tidak diikutsertakan pada tahap seleksi berikutnya. untuk persyaratan Surat Lamaran kerja ini tergantung dari Perusahaan/Organisasi tentang apa-apa saja yang harus diikut sertakan/dibawa.
  2. Penyelenggaraan ujian,
    Agar calon karyawan yang akan diterima benar–benar tersaring dan berkualitas maka calon karyawan tersebut dilakuakn Ujian/Test.
    Ujian tersebut biasanya meliputi dua hal yaitu :
    -Ujian Pengetahuan umum.
    -Ujian/Test Psikotes
  3. Wawancara seleksi,
    Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut (rinci) tentang data-data personal yang telah ada dalam surat lamaran ataupun surat keterangan lainnya.Dengan kata lain bahwa dalam wawancara dapat diketahui lebih banyak mengenai latar belakang calon karyawan.Pihak pelamar dapat mengajukan pertanyaan mengenai perusahaan maupun pekerjaan yang akan dilakukan, juga dalam wawancara tersebut adanya tawar-menawar kompensasi balas jasa (GAJI).
  4. Pengecekan latar belakang pelamar dan surat-surat referensinya,
    Surat-surat referensi dimaksudkan untuk melengkapi informasi tentang diri pelamar seperti kemampuan intelektual, sikap, nilai yang dianut, perilaku dan hal-hal lain yang dipandang relevan. Melalui referensi dari atasan langsung, Dosen, sahabat keluarga dan pihak-pihak lain yang karena mengenal pelamar dengan baik dianggap kompeten memberikan berbagai informasi yang diperlukan. Tetapi pada masa saat ini cara ini kurang efektif lagi, karena referensi biasanya hanya menonjolkan segi-segi positif dari pelamar saja.
  5. Evaluasi kesehatan/Tes Kesehatan,
    Hal ini merupakan tahapan akhir dari keseluruhan seleksi yang ada pada perusahaan ini. Adapun tujuan tes ini adalah untuk melihat dengan jelas kondisi calon karyawan dan untuk memastikan bahwa calon karyawan tersebut benar-benar dalam keadaan siap dalam melaksanakan tugasnya kelak tanpa adanya hambatan suatu penyakit apapun.
  6. Wawancara oleh manajer yang akan menjadi atasan langsungnya,
    Dalam manajemen sumber daya manusia dirasakan pentingnya keterlibatan para penyelia/Supervisor yang akan menjadi atasan langsung pelamar dalam proses seleksi. Karena penyelia lebih memahami seluk beluk dan tuntunan teknikal pekerjaan yang akan dipercayakan kepada pelamar, dan penyelia inilah yang bertanggung jawab untuk mengarahkan, memberikan dorongan, membina dan mengembangkan pelamar setelah dia menjadi pekerja dalam organisasi yang bersangkutan.
  7. Keputusan atas lamaran,
    Langkah terakhir dalam proses seleksi adalah pengambilan keputusan tentang lamaran yang masuk. apakah itu ditolak/diterima.



Ref :     - Sumber ref 1.
            - Sumber ref 2











isramrasal.staff.gunadarma.ac.id


SUKU JAWA





Suku Jawa / Wong Jowo merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Setidaknya 45% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa.  Selain di ketiga provinsi tersebut,  Suku Jawa hampir ada di segala penjuru Indonesia, seperti bermukim di Lampung, Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Banten dan Kalimantan Timur. Di Jawa Barat,mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Suku Osing, Orang Samin, Suku Tengger, dan lain-lain.


Sebagian besar masyarakat yang bersuku Jawa menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan di kehidupan sehari-hari,kurang lebih hanya 12% orang Jawa yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa mereka sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa Jawa saja.Orang Jawa juga terkenal karena keramahan dan sopan santun apabila berbicara dengan orang lain. Mereka juga tidak mudah tersinggung dalam menghadapi orang lain, mereka juga suka bercanda dan periang, serta bisa menempatkan diri di hadapan kelompok etnis lain. Karena sifat dan karakter seperti ini lah yang membuat mereka bisa hidup dan berbaur dengan suku bangsa dari mana saja.


Budaya Jawa selain terdapat di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur terdapat juga di daerah perantauan orang Jawa yaitu di Jakarta, Sumatera danSuriname.
Masyarakat suku Jawa pada umumnya memiliki profesi sebagai petani. Kehidupan petani sangat kental dan tradisi orang Jawa, terutama yang hidup di pedesaan. Padi menjadi tanaman utama bagi masyarakat suku Jawa, selain itu mereka juga menanam berbagai jenis sayur-sayuran serta buah-buahan. Mereka juga menanam tembakau, cengkeh, kelapa, tebu, dan lain-lain.
Sedangkan di perkotaan mereka berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, karyawan, pedagang, usahawan, dan lain-lain. Masyarakat Jawa juga banyak yang bekerja di luar negeri, masyarakat Jawa mendominasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri terutama di negara Malaysia, Singapura, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Taiwan, Amerika Serikat, dan Eropa. Orang Jawa juga banyak yang menjadi pengusaha Jawa terutama di Jateng, DIY dan Jatim. Di Daerah Khusus Ibukota Jakarta jumlah orang Jawa mencapai 40% pada tahun 2015 dari penduduk Jakarta. Orang Jawa perantauan di Jakarta bekerja di berbagai bidang. Hal ini terlihat dari jumlah mudik lebaran yang terbesar dari Jakarta adalah menuju Jawa Tengah. Secara rinci prediksi jumlah pemudik tahun 2014 ke Jawa Tengah mencapai 7.893.681 orang. Dari jumlah itu didasarkan beberapa kategori, yakni 2.023.451 orang pemudik sepeda motor, 2.136.138 orang naik mobil, 3.426.702 orang naik bus, 192.219 orang naik kereta api, 26.836 orang naik kapal laut, dan 88.335 orang naik pesawat.

Suku Jawa pada awalnya bukanlah suku perantau, tapi sejak masa penjajahan Belanda, banyak orang Jawa yang dipindahkan sebagai buruh yang ditempatkan di beberapa daerah, seperti pertama kali di Sumatra Utara, sebagai buruh-buruh kontrak di perkebunan, yang dilanjutkan ke daerah-daerah lain. Selain itu pada zaman Suharto, banyak orang Jawa yang dipindahkan dari tempat asalnya, ke daerah-daerah lain di Indonesia, seperti ke Lampung-Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan lain-lain. Populasi orang Jawa yang begitu besar, membuat banyak orang Jawa yang berada di bawah garis kemiskinan.

Hampir seluruh wilayah di Indonesia ini ada masyarakat berlatar bbelakang suku jawa, Mayoritas ialah orang Perantau, karena seperti yang kita ketahui setiap tahunnya peminat orang Mudik ke kampung halaman itu selalu membludak dan malah semakin tahun semakin bertambah yang salah satu tujuan Mudiknya ialah daerah jawa dan ini juga bisa menjadi salah satu tolak ukur tentang mata pencaharian Wong Jowo ini, tentunya dengan profesi yang beragam. bukan hanya di perkotaan saja tetapi banyak juga perantau yang berada di luar negeri.




Sumber : 



http://www.kompasiana.com/rikifataya/suku-jawa_54f3adad745513902b6c7c5d

http://www.scribd.com/doc/87034555/perbedaan-suku-jawa-vs-suku-sunda

http://www.kompasiana.com/rikifataya/suku-jawa_54f3adad745513902b6c7c5d




Bilangan

Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan.

Macam-macam Bilangan :
       1.  Bilangan Biner :
a.)    Biner adalah sistem nomor yang digunakan oleh perangkat digital seperti komputer, pemutar cd, dll Biner berbasis 2, tidak seperti menghitung sistem desimal yang Basis 10 (desimal). Dengan kata lain, Biner hanya memiliki 2 angka yang berbeda (0 dan 1) untuk menunjukkan nilai, tidak seperti Desimal yang memiliki 10 angka (0,1,2,3,4,5,6,7,8 dan 9).

b.)    Bit adalah singkatan dari Binary Digit, dan angka masing-masing digolongkan sebagai bit.
­-
Bit di paling kanan, angka 0, dikenal sebagai Least Significant Bit (LSB).
- Bit di paling kiri, angka 1, dikenal sebagai bit paling signifikan (Most significant bit = MSB)
- Notasi yang digunakan dalam sistem digital:
          • 4 bits = Nibble
          • 8 bits = Byte
          • 16 bits = Word
          • 32 bits = Double word
          • 64 bits = Quad Word (or paragraph)


Operasi Bilangan Biner :

      1. Penjumlahan :
          Ada 4 kondisi yaitu :                • 0 + 0 = 0
                                                                           • 1 + 0 = 0
                                                                           • 0 + 1 = 1
                              • 1 + 1 = 0   (carry out 1)

"
Maksud dari Carry out, hasilnya tidak bisa memuat lebih dari 1 digit. Tetapi disimpan kedalam kolom sebelah yang lebih tinggi nilainya."


             contoh soal :
     


                   2. Pengurangan
                       Ada 4 kondisi yaitu :       • 0 - 0 = 0
                                                                                 • 1 - 0 = 1
                                                                                 • 1 - 1 = 0
                                                                                 • 0 - 1 = 1 borrow 1 (jika masih ada angka di sebelah kiri)



"maksud dari borrow di sini ialah peminjaman satu digit angka dari  kolom sebelah yang memiliki nilai lebih besar agar hasil pengurangan mencukupi."



              Contoh soal :  




2Bilangan Heksadesimal :
   Bilangan dengan 16 basis : (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F), A=10,B=11,C=12,D=13,E=14,F=15

   Jika anda ingin mengkonversikan bilangan heksadesimal ke biner ataupun sebaliknya, maka anda     harus ketahui bahwa Bilangan biner itu adalah bilangan basis 2 yang hanya memiliki 2      kemungkinan  angka, yaitu 0 atau 1. Sedangkan heksadesimal adalah bilangan basis 16, yaitu  dimulai dari angka 0  sampai 15.
Intro : • 1  1  1  1 (16)                                                •  1  0  0  1
               8  4  2  1 
è 8+4+2+1 = 15àF                      8  4  2  1 è 8+0+0+1 = 9
Contoh konversi bilangan biner ke heksadesimal : 






        3. Bilangan Oktal :
Bilangan dengan 8 basis :  (0,1,2,3,4,5,6,7), Jika anda ingin mengkonversikan bilangan heksadesimal ke biner ataupun sebaliknya, maka anda harus ketahui bahwa Bilangan biner itu adalah bilangan basis 2 yang hanya memiliki 2 kemungkinan angka, yaitu 0 atau 1. Sedangkan oktal adalah bilangan basis 8, yaitu dimulai dari angka 0 sampai 7.

Contoh konversi bilangan biner ke oktal: 

• 110011010(2) = 110 011 010 = 4+2+0  0+2+1  0+2+0  = 632(8)
• 111001101(2) = 111 001 101 = 4+2+1  0+0+1  4+0+1  = 715(8)
• 101011010(2) = 101 010 101 = 4+0+1  0+2+0  4+0+1  = 525(8)








isramrasal.staff.gunadarma.ac.id
Dimanapun kita berada pasti tidak lepas dengan namanya komunikasi.  Tentu sebagai makhluk social kita tidak akan bisa lepas dengan ini. Berkomunikasi merupakan bagian terpenting dalam segala hal, berkomunikasi juga menjadi cara untuk menyampaikan ide-ide yang ada didalam pikiran kita. Berkomunikasi yang baik dapat membangun relasi kepada siapapun yang ada disekeliling kita.





Komunikasi adalah "suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. 





Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif atau komunikasi transaktif, komunikasi bertujuan atau tidak bertujuan.
Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut.
1.   Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
2.   Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya.

                                                               
Untuk dapat mencapai komunikasi yang baik maka komunikasi haruslah jelas, benar, lengkap dan singkat. Selain itu berkomunikasi hendaknya memperhatikan : 5 W & 1 H (whom, who, what, when, where and how) :

1.       Whom : siapa yang akan diajak berkomunikasi
2.       Who : siapa yang akan berkomunikasi
3.       What : apa isi yang tepat untuk berkomunikasi
4.       When : kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi
5.       Where : dimana lokasi yang tepat untuk mengkomuniukasikan pesan tersebut
6.       How : bahasa, media, style yang dipakai untuk berkomunikasi.




Kemampuan berkomunikasi adalah salah satu bentuk dari kecerdasan emosi (EQ, emotional quotient), banyak para psikolog percaya bahwa EQ memiliki kontribusi yang lebih besar untuk meraih sukses dalam kehidupan kita dibandingkan dengan kecerdasan otak (IQ, intelegent quotient). Menurut Daniel Goleman dalam bukunya “Emotional Intelligence”. IQ hanya menyumbang sekitar 20% sementara EQ member kontribusi sebesar 80% bagi kesuksesan kita.
Kita bisa mengetahui kemampuan komunikasi seseorang melalui..
1. Appearance : penampilan
2. Words : perkataan
3. Tone : nada bicara
4. Actions : apa yang anda lakukan
5. Behavior : bagaimana seseorang melakukannya
6. Reaction of others : respon orang lain kepada kita
7. Results : pencapaian atau prestasi



Jadi bila kita ingin berhasil menjalinn hubungan dengan orang lain entah itu di lingkungan masyarakat dan perkerjaan, maka kemampuan berkomunikasi yang baik adalah hal yang harus kita dimiliki. Seperti contoh : dalam presentasi kita dituntut dapat berkomunikasi dengan baik, agar apa yang kita presentasi kan dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens. Hal yang perlu diperhatikan ialah haruslah tau (bagaimana,siapa,untuk siapa,dimana dan apa) yang akan kita bicarakan,Berani/Percaya diri dengan apa yang akan kita sampaikan,Attitude/sikap kita kepada audiens (kapan kita menggunakan intonasi dan bahasa tubuh yangkita pakai), dan kita juga harus melihat audiensnya dalam artian kita haruslah membuat audiens mencerna apa yang kita tampilkan apabila materi yang kita sampaikan dirasa kurang dicerna ,maka lakukanlah analogi/perbandingan perumpamaan supaya mempermudah audiens mencerna apa yang kita maksut, penguasaan materi juga harus dilakukan agar saat audiens bertanya kita dapat mempertanggung jawabkan apa yang kita tampilkan.








referensi:


Siapa yang tidak tau Tri Risma Harini ? ya.. wanita yang kerap akrab disapa Risma (lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961; umur 53 tahun)[3] adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010 hingga 28 September2015. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi Indonesia diera reformasi dan merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.Sebelum menjadi wali kota.
Sebelu menjadi walikota Surabaya, Risma menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010. Risma meniti karier sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak dekade 1990-an. dan sekarang marilah kita analisis melalui teori kepemimpinan Transformatif.
kepemimpinan transformasional di definisikan ( Bass, 1985 : 140), sebagai kemampuan pemimpin mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, pola kerja, dan nilai – nilai kerja yang dipersepsikan bawahan sehingga mereka lebih mampu mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan hal tersebut yang dikatakan kepemimpinan transformasional ialah kemampuan pemimpin untuk merubah, dan menggantika budaya yang lama, dengan budaya yang baru.
Dalam masa kepemimpinannya beliau menorehkan banyak prestasi dan perubahan. Terutama dalam meningkatkan pelayanan publik terutama yang terkait dengan tata ruang publik atau taman kota. Berbagai tempat lyang dulunya mati, gersang, dan tak terawat sekarang menjadi bersih, hijau, dan tertata rapi,seperti Taman Undaan, taman di Bawean, Taman Mundu di depan Geraha 10 November, Taman Lansia, Taman Prestasi, Taman Pelangi,dll.sehingga kota surabaya dinobatkan menjadi kota yang terbaik se- Asia Pasfifik pada tahun 2012 versi Citynet. Pada Tahun 2013 berhasil menyabet penghargaan tingkat Asia Pasifik yakni Future Goverment Awards 2013 di  2 bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh dunia Asia – Pasifik (sumber wikipedia).
dan jika dilihat dari  gaya kepemimpinan dari kepribadian beliau, beliau termasuk kepada gaya kepemimpinan moralis.gaya kepemimpinan seperti ini adalah umumnya Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya. Kelemahan dari pemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat. terbukti pada insiden Taman Bungkul yang sempat hebohkan media masa, yaitu pada 11 Mei 2014perusahaan es krim Wall's yang berada dibawah naungan PT. Unilever Indonesia mengadakan acara bagi-bagi es krim gratis kepada masyarakat kota Surabaya. Bagi-bagi es krim gratis itu dilakukan di tengah-tengah taman. Warga kemudian berbondong-bondong mendekati titik pembagian es krim hingga menerobos tanaman-tanaman. Bahkan kendaraan sepeda juga menginjak tanaman-tanaman disana. Kondisi semakin tidak terkendali, jalanan semakin macet, dan tanaman rusak parah.
Polisi & Satpol PP kemudian membubarkan acara itu sekitar pukul 10.00 WIB. tak lama berselang,Risma datang ke lokasi. Ia lalu marah besar begitu melihat sendiri kondisi tanaman di Taman Bungkul. Begitu datang ia berkomentar semua tanaman rusak. Tanpa basa-basi, ia langsung menghampiri panitia penyelenggara acara bagi-bagi es krim.. "Kalian tahu berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk buat Taman Bungkul jadi indah?!," ujarnya dengan nada tinggi.kemudian beliau meminta stafnya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya melaporkan penyelenggara acara ke jalur hukum. Ia meminta stafnya menggunakan undang-undang (UU) pengrusakan lingkungan sebagai dasar laporan.Gaya kepemimpinan yang dilakukan beliau,menunjukkan bahwa dalam masa kepemimpinannya menjadi walikota Surabaya menerapkan konsep kepemimpinan transformasional, dengan berbagai usaha yang dilakukan Risma untuk memperbaiki dan membawa perubahan yang lebih baik bagi warga Kota Surabaya.

Sekian tugas pengantar bisnis yang berkaitan tentang gaya kepemimpinan.. kurang lebihnya mohon maaf... terima kasih.
Referensi :